BANJARMASIN, Peoplenews. Id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Rabu (26/8)
Hal tersebut disampaikan Pembina Forum Kerukunan Dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Junaidi, dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersama masyarakat.
Menurut Junaidi, peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang pertama, kita ingin mengikuti teladan Rasulullah. Mudah-mudahan ini juga bisa diikuti oleh para aktivis dengan mencontoh teladan Rasulullah,” ujar Junaidi.
Ia menjelaskan, salah satu nilai penting yang dapat diambil dari kehidupan Rasulullah adalah bagaimana membangun dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
“Yang kedua adalah membangun kekerabatan, baik itu keluarga maupun masyarakat. Nah, itu yang kita harapkan dari momentum ini,” katanya.
Junaidi menilai, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyiapkan konsumsi bagi masyarakat yang hadir. Jumlah konsumsi yang disediakan diperkirakan mencapai sekitar 500 porsi, meski jumlah masyarakat yang hadir dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau untuk konsumsi tadi kita sediakan sekitar 500. Kemungkinan bisa kurang dari itu, tapi memang masyarakat yang hadir cukup banyak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan Maulid Nabi bersama masyarakat bukan sesuatu yang baru dilakukan. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kegiatan yang terus dijaga, terlebih adanya dorongan dari keluarga maupun masyarakat yang menginginkan kegiatan keagamaan dapat terus dilaksanakan.
Selain peringatan Maulid Nabi, FKPWK juga berupaya menjaga kegiatan keagamaan secara rutin melalui pengajian bulanan. Salah satunya dengan menghadirkan ustaz untuk memberikan tausiah dan pembelajaran keagamaan kepada masyarakat.
“Kita juga ada pengajian setiap bulan. Ada Ustaz Rizal yang mengisi. Jadi kegiatan keagamaan dan majelis ini terus kita jalankan,” jelas Junaidi.
Menurutnya, keberadaan majelis dan pengajian rutin diharapkan dapat menjadi sarana masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat kebersamaan.
Junaidi berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata. Nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga hubungan kekeluargaan, kepedulian sosial, serta kerukunan di tengah masyarakat.
“Harapan kita, mudah-mudahan apa yang kita dapat dari momentum ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan kita semua bisa mencontoh Rasulullah,” pungkasnya.
Ebi




