Banjar, Peoplenews. Id - Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (IKMABAN) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jumat (9/1).
Aksi ini menjadi bentuk solidaritas mahasiswa sekaligus cerminan keprihatinan atas bencana banjir yang terus berulang tanpa penanganan yang serius dari pemerintah.
Bantuan yang disalurkan berupa peket sembako, air minum, popok bayi, selimut, bantal, makanan kucing serta pembalut. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh Ikatan Mahasiswa Banjarmasin bersama aparat desa setempat. Namun di balik kegiatan kemanusiaan ini, ikmaban menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh menjadi solusi permanen atas persoalan banjir yang bersifat struktural.
Ketua Umum Muhammad Rianda, mengatakan, "Sebagai mahasiswa, kami menilai pemerintah telah gagal membaca krisis lingkungan sebagai ancaman serius terhadap masa depan daerah. Pembangunan terus digenjot tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan, sementara kawasan rawan banjir tetap dijadikan objek eksploitasi ekonomi. Kebijakan yang abai terhadap keberlanjutan sama saja dengan mewariskan bencana kepada generasi berikutnya". Katanya
Banjir yang melanda kalsel pada tahun 2021 seharus menjadi alarm keras. Pemerintah tidak bisa lagi bersembunyi di balik narasi alam dan keadaan.
Dibutuhkan keberanian untuk menghentikan kebijakan yang merusak, menertibkan pembangunan yang serampangan, serta menyusun strategi adaptasi pesisir yang berpihak pada keselamatan rakyat.
Jika tidak, maka kritik dan perlawanan publik akan terus menguat, karena diam berarti membiarkan ketidakadilan ekologis terus berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, IKMABAN juga menyampaikan ucapan, "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia serta rekan-rekan dari Human Initiative yang telah berkontribusi dan membantu dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir". Pungkanya
Rilis




