BANJARMASIN, Peoplenews.id – Ratusan kepala desa dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan menghadiri kegiatan silaturahmi daerah yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (7/3).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar kepala desa sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Ketua DPD APDESI Kalimantan Selatan yang juga Pembakal Desa Pasar Lama Kabupaten Banjar, Ahmad Rijali Nasution, mengatakan kegiatan silaturahmi ini bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun kebersamaan di antara para kepala desa dan perangkat desa. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa di Kalimantan Selatan.
“Silaturahmi ini tentunya menambah keakraban para kepala desa di Kalimantan Selatan, termasuk dengan organisasi lain seperti PPDI dan perangkat desa lainnya. Harapannya, kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan untuk memajukan desa serta mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan,” ujar Ahmad Rijali Nasution.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 700 kepala desa dari 10 kabupaten di Kalimantan Selatan, di antaranya Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Selatan (HSS), serta beberapa daerah lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait pembangunan desa turut dibahas, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa yang transparan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), BUMDesma, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa.
“Kami fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengelolaan keuangan desa yang baik. Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat melalui BUMDes, BUMDesma, dan UMKM juga menjadi prioritas agar desa bisa semakin mandiri,” jelasnya.
Selain itu, Ahmad Rijali juga menyinggung rencana pengembangan Koperasi Merah Putih yang mulai digagas di sejumlah desa di Kalimantan Selatan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait ketersediaan lahan strategis untuk pembangunan fasilitas koperasi tersebut.
“Kendala yang ada saat ini terutama terkait penyediaan lahan. Untuk pembangunan koperasi tersebut dibutuhkan lahan sekitar 20 x 30 meter di lokasi strategis. Namun secara umum desa-desa di Kalimantan Selatan sudah mulai mempersiapkan diri,” katanya.
Ia berharap ke depan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk melalui program hibah pembangunan fasilitas yang dapat memperkuat ekonomi desa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Desa Bersatu Adrizal menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Menurutnya, dalam situasi dunia yang tengah menghadapi berbagai dinamika geopolitik, kekuatan desa menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bangsa.
“Momentum ini menjadi sangat penting, karena desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Di tengah gejolak geopolitik dunia yang sedang memanas, kita membutuhkan desa yang kuat dan mandiri agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Adrizal.
Ia mencontohkan keberhasilan Desa Ponggok di Jawa Tengah, yang dipimpin oleh Ketua Umum APDESI, sebagai contoh nyata keberhasilan pembangunan desa berbasis potensi ekonomi lokal melalui pengelolaan BUMDes.
“Desa Ponggok menjadi contoh sukses pembangunan desa berbasis ekonomi lokal dan BUMDes. Tentunya kita berharap pengalaman membangun desa tersebut dapat ditularkan kepada seluruh kepala desa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” katanya.
Adrizal menegaskan bahwa tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia” mengandung pesan besar bahwa pembangunan nasional sesungguhnya dimulai dari desa.
Karena itu, peran kepala desa sangat strategis dalam menggerakkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu melalui kegiatan silaturahmi ini kita berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan yang turut hadir memberikan materi terkait wawasan hukum kepada para kepala desa.
Menurutnya, pemahaman hukum sangat penting agar para kepala desa dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Adrizal juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Selatan atas perhatian dan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa di wilayah tersebut.
“Semoga melalui pertemuan ini semakin terjalin kebersamaan, koordinasi, dan semangat untuk membangun desa yang maju, kuat, mandiri, dan sejahtera. Karena kita semua percaya bahwa ketika desa maju, maka Indonesia akan semakin maju,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) APDESI Pusat Surtawijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai kehadiran berbagai pihak, termasuk gubernur, anggota DPRD, serta unsur pemerintah lainnya, menunjukkan besarnya perhatian terhadap pembangunan desa.
Surtawijaya juga menekankan pentingnya pola pikir mandiri bagi para kepala desa, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan terkait dana desa.
“Para kepala desa jangan pesimis jika ada isu pengurangan dana desa. Justru ini harus menjadi momentum untuk menggali potensi desa masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa desa-desa di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar, mulai dari sektor perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, legislatif, serta dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), potensi tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, APDESI berharap para kepala desa di Kalimantan Selatan semakin solid serta memiliki semangat baru dalam membangun desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Ebi





.jpg)

