BANJARMASIN, Peoplenews. Id — Pemandangan segerombolan anak muda/mudi yang diduga masih berstatus pelajar terlihat ramai berkumpul di salah satu warung di kawasan Jalan Banjar Indah Permai, wilayah Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Senin (24/8)
Lokasi tersebut diketahui berada di kawasan yang berbatasan dengan wilayah Banjarmasin Timur dan cukup sering menjadi tempat berkumpulnya para pelajar dari berbagai sekolah. Mereka terlihat datang mengenakan atribut lengkap sekolah, mulai dari seragam hingga membawa tas sekolah.
Tidak hanya pelajar tingkat SMA dan SMK, sejumlah anak yang diduga masih duduk di bangku SMP
juga disebut kerap terlihat berada di lokasi tersebut.
Kondisi itu menjadi perhatian lantaran sebagian pelajar diduga berada di warung tersebut pada waktu yang masih masuk jam sekolah. Aktivitas mereka tampak seperti nongkrong dan menghabiskan waktu bersama, bukan mengikuti kegiatan belajar sebagaimana mestinya.
Yang lebih memprihatinkan, dari aktivitas yang terlihat, terdapat pelajar yang diduga merokok secara terbuka meski masih mengenakan seragam sekolah. Ada pula pasangan muda/mudi, yang terlihat asyik bermesraan di tengah kerumunan.
Fenomena tersebut tentu menimbulkan keprihatinan, terlebih seragam sekolah yang dikenakan secara
lengkap membuat identitas sekolah para pelajar relatif mudah dikenali.
Keberadaan pelajar di tempat nongkrong pada jam sekolah juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan kedisiplinan siswa. Sebab, apabila seorang pelajar meninggalkan lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung, semestinya terdapat mekanisme pengawasan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas siswa.
Persoalan ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Pengawasan terhadap aktivitas anak di luar lingkungan pendidikan juga membutuhkan perhatian orang tua, masyarakat, serta instansi terkait.
Pihak sekolah di wilayah sekitar dinilai perlu meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, terutama pada jam belajar. Pemeriksaan kehadiran, komunikasi dengan orang tua, hingga pemantauan terhadap titik-titik yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar dapat menjadi langkah preventif.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan serta instansi terkait juga diharapkan tidak hanya menunggu laporan masyarakat. Fenomena pelajar yang nongkrong menggunakan seragam lengkap pada jam sekolah perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Apabila ditemukan pelajar yang berada di luar sekolah saat jam pelajaran tanpa alasan yang jelas, pendekatan yang dilakukan idealnya tidak sebatas memberikan teguran. Pembinaan, pemanggilan orang tua, konseling, serta koordinasi antara sekolah dan keluarga dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab dan mencegah kejadian serupa terulang.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak. Pemilik warung atau tempat usaha yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya pelajar diharapkan dapat ikut mengingatkan apabila melihat anak sekolah nongkrong pada jam belajar, terlebih jika disertai aktivitas merokok atau perilaku lain yang tidak semestinya dilakukan oleh pelajar.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter generasi muda bukan hanya tugas sekolah. Pendidikan membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, tenaga pendidik, pemerintah, lingkungan masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar kawasan pendidikan.
Jangan sampai kebiasaan nongkrong pada jam sekolah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Jika
dibiarkan tanpa pengawasan dan pembinaan, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu
kedisiplinan, proses pendidikan, serta pembentukan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa.
Karena itu, diperlukan langkah konkret dari sekolah dan instansi terkait untuk melakukan pemetaan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya pelajar, meningkatkan pengawasan pada jam belajar, serta melakukan pembinaan secara persuasif dan berkelanjutan.
Admin




