Poster Wanam Jadi Masa Depan
Poto : Istimewa
Papua, Peoplenews. Id - Dari Wilayah Terisolasi Menuju Titik Nol Swasembada Pangan Nasional Wanam, Papua Selatan — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan kunci utama kemerdekaan bangsa. “Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu memproduksi pangannya sendiri,” ujar Presiden, sebagaimana dikutip dari Inilah.com. Pernyataan tersebut kini menemukan relevansinya di ujung selatan Papua, tepatnya di Wanam, Kabupaten Merauke. Rabu (11/2)
Wilayah yang dahulu hanya dikenal sebagai hamparan rawa pasang surut berlumpur tinggi, tanpa akses jalan darat yang layak, kini bertransformasi menjadi simbol harapan baru ketahanan pangan nasional. Pemerintah menetapkan Wanam sebagai titik nol Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate Merauke, bagian dari Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) yang digadang-gadang menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia.
Perjuangan membangun food estate di Wanam bukan perkara mudah. Kondisi geografis ekstrem, minim infrastruktur, serta keterisolasian wilayah menjadi tantangan besar. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir sebuah perjuangan yang oleh banyak pihak disebut sebagai “upaya mati-matian” negara untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Tak hanya menyasar target nasional, kehadiran proyek strategis ini juga membawa dampak langsung bagi masyarakat lokal. Lapangan kerja mulai terbuka, roda ekonomi perlahan bergerak, dan akses wilayah yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka. Wanam yang dahulu terisolasi, kini berangsur menjadi kawasan produktif.
Di balik proyek besar ini, keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dari strategi percepatan. Salah satu yang terlibat aktif adalah Jhonlin Group melalui pemiliknya, Haji Isam. Perusahaan ini mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan hingga sarana penunjang produksi pangan.
Haji Isam menegaskan bahwa keterlibatannya bukan semata urusan bisnis.
“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya. Dalam benak saya, bagaimana gagasan cetak sawah satu juta hektare ini bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun, tanpa berpikir untung rugi,” ujarnya.
Ia menyebut keterlibatan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, sejalan dengan cita-cita besar negara untuk mandiri di sektor pangan. Langkah itu pula yang secara perlahan membuka isolasi Wanam, menghubungkan wilayah terpencil dengan denyut pembangunan nasional.
Kini, rawa-rawa yang dahulu tak tersentuh mulai berubah menjadi lahan pertanian. Sawah-sawah baru terbentang, menjadi saksi perubahan besar yang tengah berlangsung. Wanam bukan lagi sekadar wilayah pasang surut di peta Papua, melainkan bagian dari masa depan pangan Indonesia.
Dari ujung selatan negeri, sebuah mimpi besar sedang ditanam—bahwa kemandirian pangan bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan nyata yang tumbuh dari rawa, menjadi sawah, dan menjelma harapan bagi generasi mendatang.
ebi




