Jakarta, Peoplenews. Id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar) kembali menggelar Rapat Koordinasi Finalisasi dan Verifikasi Tracer Study Tahun 2025. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Arosa Hotel Jakarta pada tanggal 3 hingga 5 Desember 2025, dengan mengundang perwakilan dari Regional Kalimantan dan DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat tata kelola pendataan alumni SMK secara komprehensif, terukur, dan berkelanjutan.
Tracer Study merupakan instrumen penting dalam menelusuri jejak lulusan SMK, mencakup tingkat penyerapan dunia kerja, relevansi kompetensi, masa tunggu kerja, hingga kesiapan lulusan dalam berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan. Program ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kebijakan pendidikan vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan kompetitif di era industri modern.
Melalui kegiatan Rakor ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menghadirkan data pendidikan vokasi yang valid, akuntabel, dan dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan nasional terkait penjaminan mutu lulusan.
Peserta Rakor meliputi Dinas Pendidikan dari seluruh Provinsi di Regional Kalimantan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta sekolah-sekolah berprestasi yang mencapai persentase Tracer Study 100%. Di antara peserta tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan kembali menjadi sorotan berkat pencapaian luar biasanya dalam pendataan Tracer Study secara konsisten sejak 2021.
Pada sesi paparan daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan laporan resmi pelaksanaan Tracer Study Tahun 2025 yang diwakili oleh Kasi PDPK Bidang Pembinaan SMK, Abdurrahman, M.Pd. Dalam paparannya, Abdurrahman menjelaskan strategi dan terobosan yang dilakukan sehingga Kalimantan Selatan berhasil meraih peringkat 1 di Regional Kalimantan dan peringkat 4 secara nasional dalam pendataan Tracer Study.Strategi yang dilakukan di antaranya penguatan koordinasi lintas sektor, pendampingan intensif kepada sekolah, pelibatan alumni dan industri, serta pemantauan berkala melalui sistem informasi dan komunikasi terpadu.
Abdurrahman menegaskan bahwa keberhasilan Kalimantan Selatan merupakan hasil sinergi seluruh unsur pendidikan dan stakeholder terkait. Sementara itu, SMKN 5 Banjarmasin menjadi salah satu sekolah yang diundang secara khusus sebagai sekolah berprestasi dengan capaian Tracer Study 100%. Pada Rakor ini, Kepala SMKN 5 Banjarmasin, Dr. Drs. H. Syahrir, MM, menyampaikan paparan mengenai strategi sekolah dalam mencapai target tersebut.
SMKN 5 Banjarmasin mencatatkan prestasi sebagai sekolah dengan jumlah alumni terbesar se-Regional Kalimantan yang mencapai Tracer Study 100% dengan total 748 alumni. Tidak hanya itu, sejak dimulainya program Tracer Study tahun 2021, SMKN 5 Banjarmasin merupakan satu-satunya SMK di Indonesia yang mencapai 100% pada tahun tersebut, dari lebih 15.000 SMK di seluruh Indonesia.
Dalam paparannya, Syahrir menekankan pentingnya pelibatan seluruh unsur sekolah mulai dari guru, staf administrasi, wali kelas, guru BK, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga orang tua alumni. Sosialisasi mengenai Tracer Study dilakukan jauh sebelum siswa lulus, yakni sejak mereka duduk di kelas XII.Selain itu, SMKN 5 Banjarmasin menjalin kerja sama erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pada tahun 2024, tercatat 240 siswa langsung diserap industri setelah menyelesaikan kegiatan PKL. Data tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan industri terhadap lulusan SMKN 5 Banjarmasin, baik dari segi kompetensi maupun karakter.
Dalam sesi tanya jawab, Syahrir menyampaikan saran strategis kepada Kemendikdasmen agar data Tracer Study dimanfaatkan sebagai dasar penguatan program SMK, terutama dalam pemenuhan sarana prasarana dan peralatan praktik, agar kompetensi lulusan semakin sesuai kebutuhan industri.
Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen melalui BBPPMPV Bispar memberikan Piagam Penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang diterima oleh Abdurrahman, M.Pd. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kalimantan Selatan menjadi peringkat pertama Regional Kalimantan dan peringkat keempat nasional dalam pendataan Tracer Study.
Penghargaan juga diberikan kepada SMKN 5 Banjarmasin yang diterima oleh Kepala Sekolah Dr. Syahrir sebagai sekolah dengan capaian 100% Tracer Study dan jumlah alumni terbesar di Regional Kalimantan.
Rakor Tracer Study Tahun 2025 ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, industri, dan masyarakat dalam membangun pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.Melalui forum ini, berbagai strategi dan praktik baik dibagikan sebagai rujukan nasional dalam upaya meningkatkan kualitas pendataan, kompetensi lulusan, dan kolaborasi pendidikan vokasi di seluruh Indonesia.
Ebi




