Notification

×

Iklan

Iklan

Reses H. Harry Wijaya di Pemurus Luar, Warga Soroti Drainase Jalan Pramuka hingga Krisis Air Bersih

Minggu, 25 Oktober 2026 | Oktober 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-25T13:36:16Z


Reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin 
H. Harry Wijaya

Poto : Peoplenews. Id 




BANJARMASIN, PEOPLENEWS.ID – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Harry Wijaya, S.H., M.H., menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Jalan A. Yani Km 5,7 No. 8A, RT 24/RW 2, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari perbaikan drainase dan gorong-gorong di kawasan Jalan Pramuka, pemeliharaan sungai, penerangan jalan umum (PJU), hingga kebutuhan distribusi air bersih dan layanan ambulans bagi masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kecamatan Banjarmasin Timur, unsur kelurahan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung maupun melalui lembar aspirasi.

Salah satu aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan kondisi drainase di sepanjang Jalan Pramuka, khususnya dari sekitar Km 6 hingga arah Jalan Veteran. Warga menilai, persoalan saluran air yang belum terkoneksi secara optimal masih perlu mendapat perhatian karena berpotensi menghambat aliran air ketika hujan deras.

Fahmi, salah seorang warga yang menyampaikan aspirasi dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa usulan penyempurnaan drainase dan gorong-gorong di kawasan itu telah menjadi perhatian masyarakat selama beberapa tahun.

Menurutnya, ketika hujan turun atau terjadi banjir, aliran air di sejumlah titik terlihat tidak berjalan maksimal. Ia berharap pemerintah kota dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengingat ruas jalan dan infrastruktur yang dimaksud disebut berkaitan dengan kewenangan provinsi.

“Kami berharap ada koordinasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi agar persoalan drainase di Jalan Pramuka dapat ditindaklanjuti. Ketika hujan atau banjir, aliran air terlihat terhambat karena jalurnya belum terkoneksi dengan baik,” ungkap Fahmi dalam penyampaian aspirasinya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan pemeliharaan saluran air dan sungai yang menurut pandangannya perlu mempertimbangkan kondisi cuaca. Fahmi berharap pekerjaan yang memungkinkan dapat dijadwalkan pada musim kemarau agar proses pengerjaan lebih efektif dan tidak terkendala tingginya debit air.

Menanggapi hal tersebut, H. Harry Wijaya mengatakan, persoalan drainase di Jalan Pramuka perlu dikoordinasikan dengan dinas teknis di tingkat kota maupun provinsi.

Ia menjelaskan, pembangunan dan pemeliharaan saluran air tidak cukup hanya dilakukan pada satu titik. Konektivitas ant saluran, termasuk lintas kelurahan hingga menuju sungai utama, juga perlu diperhatikan agar aliran air dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, apabila saluran di satu kawasan telah diperbaiki tetapi tidak tersambung dengan saluran di wilayah sekitarnya, fungsi drainase dalam mengurangi genangan berpotensi belum optimal.

Karena itu, aspirasi warga tersebut akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sesuai kewenangannya.

Selain infrastruktur, kebutuhan air bersih juga menjadi salah satu persoalan yang disampaikan dalam reses tersebut. Warga di sejumlah titik Kelurahan Pemurus Luar disebut mengalami dampak berkurangnya pasokan air bersih.

H. Harry Wijaya mengatakan, pihaknya akan meminta data lebih terperinci mengenai lokasi dan kebutuhan warga agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Ia menyebut, program distribusi air bersih melalui kegiatan kepartaian telah berjalan dan akan diupayakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan segera meminta data lebih detail mengenai titik-titik yang membutuhkan air bersih. Mudah-mudahan distribusinya bisa mulai dilakukan secara bertahap melalui program partai kami,” kata Harry.

Ia juga menyinggung adanya pengurangan debit air yang berdampak pada sejumlah wilayah di Banjarmasin. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu disikapi melalui koordinasi dan langkah bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Harry berharap warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat terdata dengan baik sehingga penyaluran bantuan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi menjangkau titik-titik yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan kelurahan turut menyampaikan kebutuhan fasilitas kesehatan di Posyandu wilayah RT 24. Salah satu peralatan yang disebut mengalami kerusakan adalah alat pengukur tekanan darah atau tensimeter.

Perwakilan kelurahan berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti agar kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu tetap berjalan dengan baik.

Menanggapi usulan itu, Harry Wijaya menyatakan akan menindaklanjuti kebutuhan peralatan tersebut.

Menurutnya, fasilitas penunjang pelayanan kesehatan masyarakat perlu mendapat perhatian karena digunakan untuk mendukung kegiatan Posyandu dan pelayanan dasar bagi warga.

Aspirasi lain yang turut disampaikan warga adalah mengenai akses layanan ambulans yang diharapkan dapat tersedia selama 24 jam. Warga menilai, dalam kondisi darurat, masyarakat terkadang mengalami kesulitan menghubungi layanan sehingga berpotensi memperlambat penanganan pasien.

Persoalan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, terutama mengenai kemudahan akses informasi, kejelasan nomor layanan, serta prosedur permintaan bantuan ambulans saat keadaan mendesak.

Harry menyatakan berbagai masukan masyarakat akan dicatat dan dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan, sehingga persoalan yang belum dapat dijawab langsung dalam kegiatan reses tetap memperoleh tindak lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kecamatan Banjarmasin Timur, Lutfi, menyampaikan pesan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Ia mengimbau warga menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Selain itu, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dari rumah. Warga didorong memilah sampah organik dan anorganik melalui mekanisme pengelolaan sampah yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Sampah organik dapat disalurkan melalui sistem pengumpulan yang tersedia, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dimanfaatkan melalui bank sampah di tingkat kelurahan.

Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah diharapkan membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas setempat, Edi, mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan cenderung lebih kering.

Ia menuturkan, kebakaran di kawasan permukiman perlu diantisipasi melalui peningkatan kewaspadaan dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, pembakaran sampah dapat memicu kebakaran apabila api merambat ke material yang mudah terbakar. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu kesehatan, terlebih ketika kondisi udara sedang kurang baik.

Ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Di sisi lain, Bhabinsa Banjarmasin Timur, Ahmad, mengapresiasi partisipasi warga dalam menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun. Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan terus terjaga demi mendukung kemajuan Kelurahan Pemurus Luar.

H. Harry Wijaya menegaskan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menghimpun persoalan yang perlu diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan.

Ia menyebut, sejumlah aspirasi yang disampaikan warga, terutama terkait drainase, PJU, perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, serta distribusi air bersih, memerlukan koordinasi dengan dinas teknis dan pihak terkait.

Untuk persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota, koordinasi dengan pemerintah provinsi dinilai penting agar usulan masyarakat dapat dibahas sesuai pembagian kewenangan.

Harry berharap, melalui komunikasi antara DPRD, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat, berbagai persoalan yang dihadapi warga Pemurus Luar dapat memperoleh solusi secara bertahap.

Reses tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, terutama dalam menangani persoalan drainase, kebutuhan air bersih, dan layanan publik yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.




Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update