Notification

×

Iklan

Iklan

Reses Tugiatno di Kuripan, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 | Oktober 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-25T13:56:36Z


Reses Anggota DPRD Praksi PDI Perjuangan 
Kota Banjarmasin Tugiatno


Poto : Peoplenews. Id



BANJARMASIN, PEOPLENEWS.ID – Persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu aspirasi utama yang mengemuka dalam kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat (reses) Masa Sidang III Tahun 2026 anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PDI Perjuangan, Tugiatno, S.Sos., di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Minggu (25/10).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait sulitnya memperoleh air bersih di tengah kemarau panjang yang berdampak pada berkurangnya debit air Sungai Martapura. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air baku merupakan komponen penting dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung, sekaligus mendorong koordinasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan pihak penyedia layanan air bersih.

Tugiatno mengatakan, aspirasi masyarakat perlu disampaikan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait agar persoalan yang dihadapi warga dapat memperoleh perhatian.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah terbatasnya ketersediaan air bersih akibat kondisi kemarau berkepanjangan.

Berkurangnya debit air Sungai Martapura turut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap ketersediaan air baku yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tugiatno berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk merumuskan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, persoalan air baku dan distribusi air bersih turut menjadi pembahasan, termasuk masukan dari mahasiswa yang menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih.

Sadiq, perwakilan PTAM Banjarmasin, menjelaskan bahwa keterbatasan ketersediaan air baku menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah antisipasi, termasuk bantuan distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan.

Penyaluran air bersih melalui bantuan sementara diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama ketersediaan air baku belum kembali optimal.

Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang mereka alami secara terbuka, terutama terkait kebutuhan pelayanan dasar.

Aspirasi mengenai ketersediaan air bersih menjadi catatan penting yang memerlukan tindak lanjut dari pihak terkait, khususnya dalam menghadapi dampak kemarau panjang terhadap sumber air baku.

Koordinasi antara DPRD Kota Banjarmasin, pemerintah daerah, dan PTAM Banjarmasin diharapkan dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan bantuan serta memastikan distribusi air bersih dilakukan sesuai kebutuhan.

Bagi masyarakat, harapan utama dari kegiatan reses bukan hanya tersampaikannya keluhan, melainkan juga adanya kejelasan tindak lanjut untuk mengatasi persoalan air bersih yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.



Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update