Banjarmasin, Peoplenews. Id — Permasalahan lingkungan dan infrastruktur dasar mendominasi aspirasi warga dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjarmasin di Kelurahan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Muhammad Ridho Akbar, yang secara langsung menyerap berbagai keluhan masyarakat. Jumat (3/4)
Ketua RT 8 Kuin Selatan, Abdulah, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah sampah dan keterbatasan akses air bersih. Menurutnya, kondisi tersebut sudah cukup mengkhawatirkan, terutama karena berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Masalah sampah ini sangat mengganggu, apalagi banyak yang akhirnya membuang ke sungai. Air bersih juga menjadi keluhan, karena kalau untuk mandi mungkin masih bisa, tapi untuk air minum jelas sangat bermasalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, perilaku pembuangan sampah ke sungai yang masih terjadi pada malam hari turut memperparah kondisi lingkungan. Hal ini dinilai berpotensi merusak ekosistem sungai serta mengancam sumber air bersih warga.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Ridho Akbar dari fraksi golkar, menjelaskan bahwa salah satu akar persoalan adalah belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang memadai di wilayah Kuin Selatan. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengambil jalan pintas dengan membuang sampah ke sungai.
“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup segera turun melakukan survei. Minimal ada penyediaan TPS atau pengadaan armada pengangkut seperti truk sampah agar warga tidak kesulitan membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Selain persoalan sampah, kerusakan infrastruktur drainase juga menjadi sorotan. Banyak tutup drainase (manhole) yang rusak bahkan hilang, diduga akibat tidak mampu menahan beban kendaraan berat yang melintas. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan evaluasi, baik dari segi material maupun desain konstruksi.
“Kalau memang tidak kuat menahan beban, berarti perlu ada evaluasi desain atau kualitas materialnya. Ini penting agar tidak terus berulang,” tambahnya.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah layanan air bersih. Warga berharap adanya peningkatan pelayanan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), terutama dengan adanya manajemen baru yang diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan air layak konsumsi.
Dalam forum tersebut, Muhammad Ridho Akbar juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya menuntut masyarakat untuk tertib dalam pengelolaan sampah tanpa menyediakan fasilitas pendukung yang memadai.
“Jangan sampai masyarakat disalahkan karena membuang sampah sembarangan, sementara fasilitasnya tidak kita siapkan. Ini harus berjalan paralel antara penyediaan layanan dan peningkatan kesadaran warga,” ujarnya.
Ke depan, ia mendorong adanya koordinasi antara kelurahan dan para ketua RT untuk menentukan titik strategis pembangunan TPS maupun penempatan armada pengangkut sampah. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah di Kuin Selatan.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota. Penanganan yang terintegrasi antara sektor lingkungan, infrastruktur, dan pelayanan dasar dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan tersebut.
Ebi




