Notification

×

Iklan

Iklan

STIENAS Banjarmasin Wisuda 187 Mahasiswa, Rektor Dorong Lulusan Berintegritas dan Berjiwa Wirausaha

Sabtu, 10 Oktober 2026 | Oktober 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T08:24:48Z


Rektor Stienas Poto Bersama Wisudawati


Peoplenews. Id



BANJARMASIN, PEOPLENEWS.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) Banjarmasin mewisuda 187 mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Himalaya, Lantai 4, Hotel Banjarmasin Internasional, Kalimantan Selatan.

Rektor STIENAS Banjarmasin, Soedjatmiko, S.E., M.A., Ak., CA, berharap para lulusan mampu menjadi sumber daya manusia berkualitas yang berkontribusi terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kalimantan Selatan. Sabtu (10/9)

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 77 mahasiswa berasal dari Program Studi Akuntansi dan 110 mahasiswa dari Program Studi Manajemen. Prestasi akademik turut mewarnai wisuda kali ini, dengan IPK tertinggi mencapai 3,98 dari Program Studi Akuntansi dan 3,96 dari Program Studi Manajemen.

“Harapannya, para lulusan ini dapat menjadi sumber daya manusia di Kalimantan Selatan yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi, karena bidang keilmuan yang kita tekuni berkaitan dengan ekonomi,” ujar Soedjatmiko.

Soedjatmiko menjelaskan, mahasiswa STIENAS Banjarmasin memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian menjalani perkuliahan sambil bekerja, sementara lainnya memperkuat kemampuan melalui kegiatan praktik dan pengalaman lapangan.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Kampus juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja profesional, tetapi turut berani membangun usaha secara mandiri.

“Selain menjadi tenaga profesional, tentu saja menjadi wirausaha juga merupakan pilihan. Untuk menjadi negara maju, diperlukan banyak entrepreneur yang mampu menggerakkan perekonomian,” tuturnya.

Ia menegaskan, kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan integritas, tanggung jawab, dan kemampuan membaca peluang. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu berkontribusi di berbagai sektor, baik di Kalimantan Selatan maupun daerah lainnya.

Soedjatmiko juga menyebutkan bahwa alumni STIENAS telah berkiprah di berbagai bidang pekerjaan, termasuk menempati posisi strategis di lingkungan pemerintahan dan sektor lainnya.

“Harapannya, lulusan menjadi tenaga profesional yang berintegritas, kemudian menjadi entrepreneur yang dapat membangun ekonomi di mana pun berada, baik di Kalimantan Selatan maupun di daerah lain,” ungkapnya.

Di balik momentum kelulusan, wisudawati Widia menyampaikan harapannya agar STIENAS Banjarmasin semakin berkembang dan meningkatkan upaya promosi untuk memperluas jangkauan calon mahasiswa.

Menurut Widia, promosi melalui media sosial dan berbagai saluran digital perlu dilakukan secara lebih intensif agar masyarakat semakin mengenal kampus serta tertarik melanjutkan pendidikan di sana.

Ia menilai pengenalan program studi dan peluang karier kepada masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk meningkatkan minat calon mahasiswa.

“Harapan saya, kampusnya bisa lebih maju lagi. Promosi melalui media sosial juga bisa lebih digiatkan supaya semakin banyak peminat yang tertarik masuk kuliah,” ujar Widia.

Ia turut menyoroti perlunya pengenalan yang lebih luas terhadap bidang pariwisata di Banjarmasin. Menurut pandangannya, minat terhadap bidang tersebut masih perlu didorong agar semakin banyak calon mahasiswa yang melihat peluang pendidikan dan karier di sektor pariwisata.

Masukan tersebut menjadi salah satu pandangan dari kalangan wisudawati mengenai pentingnya strategi promosi pendidikan tinggi yang menyesuaikan perkembangan media digital dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, wisudawati Siti Mutia menyampaikan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama masa perkuliahan akan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

Ia berencana memanfaatkan pengetahuan yang telah dipelajari untuk melamar pekerjaan di bidang pariwisata. Baginya, proses perkuliahan tidak hanya memberikan pemahaman akademik, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengembangkan kemampuan ketika menghadapi tantangan profesional.

“Untuk ke depannya, saya ingin melamar pekerjaan di bidang pariwisata dan memanfaatkan apa yang sudah saya dapatkan selama masa perkuliahan,” ujar Siti Mutia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan pihak kampus yang telah membimbing serta memberikan ilmu selama dirinya menempuh pendidikan.

“Terima kasih banyak sudah membimbing kami dan memberikan ilmu kepada kami,” tuturnya.

Pernyataan Siti Mutia mencerminkan harapan lulusan agar bekal pendidikan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam dunia kerja, khususnya sesuai bidang yang diminati.

Dalam kesempatan tersebut, Soedjatmiko turut menyinggung penyesuaian kegiatan akademik apabila kondisi lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berpotensi menghambat aktivitas perkuliahan.

Menurutnya, pembelajaran daring dapat menjadi alternatif ketika perkuliahan tatap muka tidak memungkinkan. Namun, penyesuaian tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa yang menginginkan interaksi langsung di ruang kelas.

Kampus, lanjutnya, dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi di lapangan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan keselamatan dan kualitas pembelajaran.

Wisuda 187 mahasiswa tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki tahap berikutnya, baik melalui dunia kerja, pengembangan karier profesional, maupun kewirausahaan.

Harapan kampus dan para wisudawati kini bertemu pada satu tujuan: menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.



Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update