BANJARMASIN, Peoplenews. Id — Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) resmi membentuk kepengurusan di Kalimantan Selatan. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran ORI sebagai wadah perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Acara tersebut berlangsung di hotel Banjarmasin Internaasional, dengan hikmat dan dihadiri oleh beberapa petinggi di wilayah tersebut salah satunya kapolsek Banjarmasin Timur. Sabtu (26/9)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ORI, Ferri Nuzarli, S.E., S.H., mengatakan kehadirannya di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari agenda pelantikan kepengurusan ORI Kalsel. Ia menyebut Kalsel menjadi salah satu provinsi yang mulai dibangun struktur organisasinya sebagai bagian dari perluasan ORI di Indonesia.
"Saya hadir di Kalsel dalam rangka melantik kepengurusan ORI Kalsel. Dari Jakarta saya datang dalam kondisi perjuangan dan saya paksakan hadir agar bisa melantik Pak Sulkan bersama kawan-kawan. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan aman," ujar Ferri.
Menurutnya, ORI didirikan sebagai organisasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat, dengan posisi sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah.
ORI, kata Ferri, akan mengawal berbagai kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat, organisasi tersebut akan menyampaikan aspirasi dan suara masyarakat kepada pemerintah.
"Kita membangun ORI dalam rangka berjuang untuk rakyat. ORI menjadi mitra kritis pemerintah di provinsi maupun daerah untuk mengawal seluruh kebijakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat," katanya.
Ferri menjelaskan, keanggotaan dan kepengurusan ORI terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari aktivis, pengusaha, akademisi, pendidik, tenaga kesehatan hingga elemen masyarakat lainnya.
Keberagaman latar belakang tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi ORI dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
"Organisasi ini kami dirikan sebagai bentuk pengabdian. Para aktivis, pengusaha, akademisi, pendidik, tenaga kesehatan dan berbagai elemen lainnya hadir sebagai pengurus untuk menuangkan visi dan misi dalam membangun ORI yang besar dan bermanfaat bagi rakyat," jelasnya.
Ferri menambahkan, salah satu target ORI setelah terbentuknya kepengurusan di daerah adalah memperluas struktur organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota.
Selain membangun struktur utama, ORI juga akan mengembangkan sejumlah bidang atau sayap organisasi yang diarahkan untuk menjalankan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, ORI tidak akan menjadi partai politik. Namun, organisasi tersebut tetap memiliki ruang untuk terlibat dalam kehidupan demokrasi dengan mendorong kader maupun tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi melalui jalur politik.
"ORI tidak pernah akan menjadi partai politik. Tetapi ORI berpolitik dalam konteks demokrasi. Kami akan membangun kader-kader dan memberikan rekomendasi kepada mereka yang ingin maju melalui partai politik sesuai dengan daerah pemilihannya," ungkap Ferri.
Tidak hanya bergerak dalam advokasi masyarakat, ORI juga mengembangkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Ferri mencontohkan program edukasi budidaya jamur tiram yang sebelumnya dilakukan ORI di Riau. Dalam program tersebut, sekitar 50 ibu-ibu mendapatkan edukasi mengenai budidaya jamur tiram.
ORI kemudian berupaya membantu mencarikan akses permodalan melalui kerja sama dengan perbankan pemerintah. Setelah mendapatkan modal, peserta tidak hanya diberikan pendampingan dalam proses produksi, tetapi juga diarahkan hingga pemasaran.
"Setelah dimodalkan, pelaksanaan penanaman jamur ini kita bimbing dari awal sampai produksi. Untuk pemasaran juga kita bantu, termasuk mengarahkan hasil produksinya ke tempat-tempat pemasaran seperti usaha makanan dan jaringan ritel," tutur Ferri.
Selain pemberdayaan ekonomi, ORI juga menjalankan kegiatan sosial seperti donor darah dan fogging. Ke depan, ORI juga tengah menjajaki kerja sama dengan Perum Bulog untuk menghadirkan program sembako murah bagi masyarakat.
"Sekarang saya sedang menjajaki. Mudah-mudahan minggu depan bisa membuat MoU dengan Bulog untuk program sembako murah bagi rakyat Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD ORI Kalimantan Selatan, Sulkan, S.H., M.H., mengatakan pihaknya siap menjalankan program organisasi dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Ia menilai Kalimantan Selatan memiliki potensi besar, khususnya dari sektor UMKM. Menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang besar membutuhkan pembinaan dan dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
"Kita tahu di Kalimantan Selatan ada puluhan ribu UMKM yang masih membutuhkan pembinaan, baik dari pemerintah maupun dukungan dari masyarakat. Pemerintah tentu tidak bisa bergerak sendiri," kata Sulkan.
Karena itu, ORI Kalsel, lanjutnya, membuka diri untuk menjadi jejaring masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan.
"ORI Kalimantan Selatan hadir dan membuka diri untuk dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai jejaring rakyat, sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis untuk mencapai visi dan misi kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota," ujarnya.
Sulkan mengatakan, program utama ORI Kalsel pada 100 hari pertama adalah membentuk struktur DPC di 13 kabupaten/kota.
Selain itu, pihaknya akan membangun sejumlah sayap organisasi yang nantinya diarahkan untuk menjalankan program sosial, pemberdayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
"ORI Kalsel siap diberdayakan oleh pemerintah dan sekaligus siap memberdayakan rakyat," tegasnya.
Dalam kegiatan sosial, ORI Kalsel juga telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), salah satunya melalui kegiatan donor darah.
Sulkan menyampaikan apresiasi kepada PMI yang telah merespons positif permohonan kerja sama tersebut dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan donor darah.
"Kami membuka surat resmi kepada PMI dan alhamdulillah mendapat tanggapan positif. Pada hari ini PMI memberikan layanan dengan baik kepada para pendonor serta melibatkan personel dalam kegiatan," jelasnya.
Pembina ORI, Junai, menambahkan bahwa perjuangan organisasi ke depan juga akan diarahkan pada penguatan kepentingan masyarakat dan hubungan pusat dengan daerah.
Menurutnya, keseimbangan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan nasional.
"Kita membantu masyarakat karena kita tahu masih banyak masalah di negara kita. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keseimbangan antara pusat dan daerah. Itu menjadi salah satu perjuangan kita ke depan," kata Junai.
Ia berharap keberadaan ORI dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan.
Dengan terbentuknya kepengurusan ORI Kalimantan Selatan, organisasi tersebut menargetkan perluasan struktur hingga 13 kabupaten/kota serta pengembangan berbagai program sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran ORI Kalsel diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi mampu menjalankan fungsi pengabdian, menyerap aspirasi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat.
Ebi




