Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Dugaan Perjalanan Dinas Ke Jakarta Hingga Luar Negeri Bapenda Kalsel, Publik Soroti Hilangnya Berita FGD di Situs Resmi Bappenda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-23T11:25:39Z


Ilustrasi Perjalanan Fiktif



Poto : Istimewa


BANJARMASIN, Peoplenews. Id – Jagat media sosial di Kalimantan Selatan dihebohkan dengan beredarnya video dari akun TikTok @amang.amir yang menyoroti dugaan perjalanan dinas ke luar negeri sejumlah pejabat di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan. Video berdurasi sekitar 2 menit 57 detik itu memantik perhatian publik karena menyinggung dugaan penggunaan anggaran daerah serta transparansi pemerintah. Kamis (23/7)

Dalam video tersebut, Amang Amir mengaitkan perjalanan dinas itu dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Ia mengaku sempat menelusuri situs resmi Bapenda Kalsel dan menemukan 
sebuah berita berjudul "Kepala UPPD Amuntai Hadiri FGD Peningkatan Pelayanan Publik dan Integritas di Jakarta". Namun, menurutnya, saat tautan berita tersebut kembali dicari, halaman itu sudah tidak lagi dapat diakses atau telah dihapus.

Temuan itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial mengenai tujuan sebenarnya dari perjalanan dinas tersebut.

Dalam narasinya, Amang Amir meminta pemerintah pusat dan aparat pengawas untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan penggunaan anggaran perjalanan dinas tersebut. Ia juga mempertanyakan apakah perjalanan itu benar-benar berkaitan dengan kegiatan kedinasan atau justru menjadi perjalanan ke luar negeri.

Amang Amir turut menyinggung dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di lingkungan Bapenda Kalsel, termasuk seseorang yang disebutnya berinisial A beserta istrinya. Selain itu, ia juga mengklaim para Kepala UPPD atau Kepala Samsat se-Kalimantan Selatan diduga ikut dalam rombongan tersebut.

"Coba dicek Kepala Samsat se-Kalsel ada di kantornya atau tidak. Kalau memang tidak ada, berarti benar mereka sedang berada di Australia," ujar Amang Amir dalam video tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mengaitkan isu tersebut dengan aksi demonstrasi sopir truk yang sebelumnya berlangsung di Kalimantan Selatan. Menurutnya, saat masyarakat menyampaikan aspirasi, sebagian pejabat maupun anggota DPRD disebut tidak berada di daerah.

Amang Amir juga mempertanyakan keberadaan Gubernur Kalimantan Selatan saat isu tersebut ramai diperbincangkan. Dalam video itu, ia menyebut adanya dugaan anggaran perjalanan dinas mencapai sekitar Rp3 miliar, dengan estimasi biaya sekitar Rp60 juta per peserta. Namun demikian, angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan dalam video dan belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Ia berpendapat apabila anggaran sebesar itu dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti 

peningkatan jalan di wilayah Hulu Sungai, maka manfaatnya dinilai akan lebih dirasakan masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat penjelasan resmi dari Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait viralnya video tersebut, termasuk mengenai tujuan perjalanan dinas, daftar peserta, sumber pembiayaan, maupun alasan tidak dapat diaksesnya berita berjudul "Kepala UPPD Amuntai Hadiri FGD Peningkatan Pelayanan Publik dan Integritas di Jakarta" yang sebelumnya disebut tayang di situs resmi Bapenda Kalsel.




Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update