Notification

×

Iklan

Iklan

Green Policing Polsek Banjarmasin Tengah Sasar Langgar Bersejarah Fathul Khair, Bangkitkan Semangat Gotong Royong dan Ibadah

Jumat, 06 November 2026 | November 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-06T12:55:33Z


Green Policing Polsek Banjarmasin Tengah


Poto : Peoplenews. Id



BANJARMASIN, Peoplenews. Id — Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menghidupkan kembali rumah ibadah ditunjukkan jajaran Polsek Banjarmasin Tengah melalui kegiatan Green Policing yang dirangkai dengan program Jumat Berkah di Langgar Fathul Khair, Jalan Djok Mentaya (Nagasari), Kelurahan Mawar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (6/11).

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Bimasa Zebua, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama sekitar 20 personel Polsek Banjarmasin Tengah, didukung 25 orang dari pihak Kelurahan Mawar, para ketua RT, pengurus langgar, serta masyarakat setempat.

Aksi bersama ini tidak sekadar menjadi kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga membawa misi sosial dan keagamaan, yakni membangkitkan kembali kepedulian masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah bagi warga sekitar.

Langgar Fathul Khair sendiri diketahui merupakan salah satu tempat ibadah yang cukup tua di kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan masyarakat dan para tokoh setempat, pembangunan langgar telah dirintis sejak sekitar 1920 melalui pendirian tiang pancang, kemudian mulai berdiri secara fisik sekitar 1925–1926 dan aktif digunakan untuk kegiatan ibadah sejak 1978.

Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Bimasa Zebua mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus implementasi program Green Policing yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., C.I.R.R.

Menurutnya, kegiatan Green Policing kali ini sengaja dipadukan dengan Jumat Berkah melalui aksi gotong royong membersihkan dan membenahi lingkungan Langgar Fathul Khair.

"Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Green Policing bukan hanya berbicara tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat," ujar AKP Bimasa Zebua.

Ia mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa Langgar Fathul Khair memiliki perjalanan sejarah panjang. Karena itu, keberadaan rumah ibadah tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian dan dukungan bersama agar kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

"Dari informasi yang kami terima, langgar ini sudah dirintis sejak 1926 dan mulai aktif pada 1978. Ini tentu memiliki nilai sejarah yang tidak boleh kita abaikan. Harapan kami, melalui kegiatan bersama ini, masyarakat kembali tergerak untuk menghidupkan dan memakmurkan tempat ibadah yang menjadi bagian dari perjalanan lingkungan mereka," tuturnya.

AKP Bimasa menilai kondisi bangunan dan lingkungan langgar saat ini membutuhkan perhatian lebih. Menurutnya, upaya pembenahan tidak mungkin hanya dilakukan satu pihak, melainkan memerlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat.

"Kondisi langgar ini memang cukup memprihatinkan sehingga membutuhkan dukungan bersama. Kita ingin memperbaiki dan merehabilitasi tempat ini secara bertahap. Sebagai rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, sudah sepatutnya keberadaannya kita jaga demi kepentingan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas kepolisian sebagai pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membangun kehidupan sosial yang harmonis melalui pendekatan humanis dan kegiatan positif.

"Pembinaan kamtibmas juga dapat dimulai dari lingkungan keluarga, akhlak, dan ketakwaan masyarakat. Kami ingin membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kehidupan keagamaan yang baik, tentu akan menjadi salah satu fondasi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan Green Policing tersebut direncanakan berlangsung secara rutin setiap Jumat. Bahkan, Polsek Banjarmasin Tengah akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk terus mendampingi kegiatan kebersihan dan pembenahan Langgar Fathul Khair.

"Kami akan berupaya melaksanakan kegiatan ini secara rutin setiap Jumat. Bhabinkamtibmas juga akan kami arahkan untuk fokus mendukung kegiatan pembersihan dan pembenahan langgar ini sampai kondisinya kembali bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat untuk beribadah," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Mawar, Sapriadi, menyambut positif keterlibatan Polsek Banjarmasin Tengah dalam kegiatan gotong royong tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali aktivitas dan kepedulian masyarakat terhadap Langgar Fathul Khair.

"Hari ini kami bersama jajaran Polsek Banjarmasin Tengah melaksanakan gotong royong membersihkan Langgar Fathul Khair yang berada tepat di pinggir Jalan Djok Mentaya. Ini merupakan langkah awal untuk membenahi lingkungan langgar sekaligus menggerakkan kembali kegiatan masyarakat di tempat ibadah ini," kata Sapriadi.

Menurutnya, keberadaan langgar tersebut masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Bahkan, sejumlah aktivitas rutin masyarakat sebenarnya sudah mulai berjalan, meskipun masih membutuhkan penguatan dan dukungan.

"Alhamdulillah, beberapa kegiatan masyarakat sudah berjalan. Setiap hari Sabtu, ibu-ibu melaksanakan pengajian, kemudian kegiatan salat lima waktu juga sudah mulai terlaksana. Kami berharap aktivitas ini semakin berkembang sehingga semakin banyak jemaah yang datang dan memakmurkan langgar," jelasnya.

Sapriadi mengatakan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan, khususnya RT 6 dan RT 9, yang berada di sekitar lokasi. Pengurus langgar bersama ketua RT juga telah menyatakan komitmen untuk kembali mengaktifkan berbagai kegiatan keagamaan."Pengurus dan ketua RT sudah berkomitmen bersama pihak kelurahan untuk membangkitkan kembali Langgar Fathul Khair. Kami ingin kebersamaan ini terus terjaga, bukan hanya pada kegiatan gotong royong hari ini, tetapi juga dalam menghidupkan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial ke depan," ujarnya.

Terkait kondisi fisik bangunan, Sapriadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Bahkan, pihak Kesra Pemko Banjarmasin telah melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi langgar tersebut.

"Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pemko Banjarmasin, khususnya Bagian Kesra. Alhamdulillah, sudah ada perhatian. Pak Juli Khair selaku pejabat di Bagian Kesra juga telah datang langsung melihat kondisi langgar ini. Kami berharap ke depan ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah kota untuk membantu pembenahan dan rehabilitasi bangunan," ungkapnya.

Ia menambahkan, kepengurusan langgar juga telah terbentuk kembali. Saat ini, pihaknya tengah melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan untuk diajukan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

"Kami berharap dengan kepengurusan yang sudah terbentuk dan dukungan dari semua pihak, Langgar Fathul Khair bisa kembali berkembang menjadi tempat ibadah yang nyaman serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kelurahan Mawar," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua RT setempat, Wardi, menceritakan bahwa Langgar Fathul Khair memiliki sejarah panjang yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar.

Berdasarkan cerita para orang tua terdahulu, pembangunan langgar tersebut sudah mulai dirintis sekitar tahun 1920 dengan pendirian tiang pancang di atas tanah yang kini menjadi lokasi bangunan.

"Menurut keterangan orang-orang tua dulu, sekitar tahun 1920 sudah dilakukan pendirian tiang pancang di tanah ini. Kemudian dalam perkembangannya, sekitar tahun 1925 atau 1926, langgar ini sudah terbangun secara fisik dan berdiri sebagai tempat ibadah masyarakat," ungkap Wardi.

Ia menjelaskan, seiring perjalanan waktu, aktivitas kepengurusan langgar sempat mengalami kevakuman. Berbagai kesibukan dan keterbatasan pengelolaan membuat kegiatan di tempat ibadah bersejarah tersebut tidak lagi berjalan optimal.

Namun, melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan kepolisian, kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat, kini muncul kembali semangat untuk menghidupkan Langgar Fathul Khair.

"Setelah adanya kegiatan ini, kami berharap semangat untuk memajukan langgar kembali tumbuh. Rencananya, ke depan kita juga akan mengupayakan rehabilitasi bangunan agar kondisinya lebih baik dan masyarakat semakin nyaman beribadah," katanya.

Wardi berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya perbaikan rumah ibadah tersebut, mengingat nilai sejarahnya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

"Kami berharap pemerintah kota dapat membantu dan memberikan perhatian lebih terhadap rumah ibadah ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi masyarakat sudah didengar oleh pihak Pemko Banjarmasin sehingga ke depan ada langkah nyata untuk membantu rehabilitasi langgar," harapnya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian jajaran Polsek Banjarmasin Tengah yang telah turun langsung bersama masyarakat melaksanakan kegiatan sosial dan gotong royong.

Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi dorongan positif bagi masyarakat untuk kembali membangun kebersamaan dan menjaga keberadaan tempat ibadah.

"Kami mendoakan Polri semakin maju dan sukses dalam menjalankan tugasnya. Kami juga berharap masyarakat dan pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap rumah-rumah ibadah, terutama yang memiliki nilai sejarah seperti Langgar Fathul Khair ini," ucapnya.

Kegiatan gotong royong ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi kebersihan sesaat, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama untuk menghidupkan kembali Langgar Fathul Khair, baik dari sisi kondisi bangunan maupun aktivitas keagamaannya.

Terlebih, menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa bulan lagi, masyarakat berharap langgar tersebut dapat kembali menjadi tempat berkumpulnya jemaah untuk melaksanakan salat berjemaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Sinergi antara Polsek Banjarmasin Tengah, Kelurahan Mawar, pengurus RT, pengelola langgar, dan warga menjadi modal penting untuk mewujudkan harapan tersebut.

Melalui semangat Green Policing dan Jumat Berkah, kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang menumbuhkan kepedulian lingkungan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga warisan sejarah dan kehidupan keagamaan masyarakat.




Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update