Notification

×

Iklan

Iklan

Milad ke-2 FKPWK, Perkuat Solidaritas dan Dorong Kepedulian terhadap Prestasi Anak Banua

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T09:53:35Z


Hut Ke 2 FKPWK


Poto : Peoplenews



BANJARMASIN, Peoplenews. Id — Forum Komunikasi Putra Putri Warga Kalimantan (FKPWK) memperingati hari ulang tahun (milad) ke-2 dengan menggelar kegiatan sederhana namun sarat makna. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen FKPWK untuk terus bergerak di bidang sosial, hukum, budaya, serta memberikan perhatian terhadap masyarakat dan generasi berprestasi di Kalimantan Selatan.

Ketua Umum FKPWK, H. Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan milad kedua yang berjalan sesuai harapan. Ia juga mengapresiasi dukungan insan media yang selama ini turut membantu mempublikasikan berbagai kegiatan organisasi. Sabtu (22/8)

“Alhamdulillah, kegiatan milad kedua ini berjalan sesuai harapan walaupun dilaksanakan secara sederhana. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan media yang sudah hadir dan selama ini membantu mempublikasikan kegiatan FKPWK,” ujar H. Rahmat.
Menurutnya, memasuki tahun ketiga, FKPWK akan berupaya meningkatkan soliditas internal sekaligus memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan semakin solid dan apa yang sudah kami jalani selama ini bisa lebih ditingkatkan. Di bidang sosial, masalah hukum maupun budaya, akan tetap kami jalankan seperti biasa,” katanya.

Dalam rangkaian milad tersebut, FKPWK juga memberikan apresiasi kepada sejumlah putra-putri Banua yang dinilai memiliki prestasi dan potensi untuk berkembang lebih jauh.

Pembina FKPWK, Junaidi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anak-anak daerah yang memiliki prestasi, tetapi belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Di hari milad yang kedua ini, kami mengundang orang-orang yang berprestasi. Salah satunya anak sekolah yang selama ini belum banyak disentuh pemerintah daerah, padahal potensinya sangat besar,” ujar Junaidi.

Ia menilai pemberian apresiasi tidak selalu harus berbentuk materi. Pengakuan dan dukungan moral juga dinilai penting untuk memotivasi generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan.

“Kalau kita yang ada di sini berdiam, siapa lagi yang memperhatikan dan peduli terhadap anak-anak tersebut. Mudah-mudahan akan lahir generasi-generasi seperti anak kita tadi yang berprestasi,” katanya.

Junaidi berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian lebih besar kepada anak-anak berprestasi di Banua, sehingga potensi mereka dapat dikembangkan dan menjadi kebanggaan daerah.
Soroti Kabut Asap dan Dampaknya bagi Masyarakat

Selain berbicara mengenai organisasi dan apresiasi terhadap generasi muda, Junaidi turut menyoroti persoalan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Menurutnya, kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi hingga perekonomian.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan kondisi kegiatan belajar mengajar apabila kualitas udara sudah membahayakan kesehatan anak-anak.

“Kita berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengomunikasikan dan mensinergikan persoalan ini dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. Misalnya Dinas Pendidikan, apakah ada pertimbangan untuk meliburkan anak-anak sekolah atau mengambil alternatif lain,” tutur Junaidi.

Ia mengingatkan, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terdampak buruk akibat paparan asap.

Selain sektor kesehatan dan pendidikan, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi barang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian masyarakat dan harga kebutuhan pokok.

“Ini berdampak juga terhadap ekonomi kita. Transportasi terganggu, banyak angkutan yang tidak bisa menembus jalan. Kondisi seperti ini juga bisa menjadi pemicu naiknya harga bahan pokok,” jelasnya.

FKPWK juga meminta pemerintah tidak hanya melakukan penanganan ketika kabut asap muncul, tetapi menyusun langkah pencegahan dan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Jangan setiap tahun kejadiannya seperti ini. Apa yang harus dilakukan pemerintah? Kejadian berulang, masa kita terjatuh ke lubang yang sama setiap tahun. Harus ada solusi yang lebih strategis,” tegas Junaidi.

Ia juga menyinggung perlunya perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran maupun bencana lainnya. Menurutnya, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau sumber penghidupan membutuhkan pendampingan agar dapat memperoleh bantuan sosial dan kembali menjalankan kehidupannya.

FKPWK, kata Junaidi, siap mengambil bagian dalam pendampingan masyarakat terdampak serta membantu menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang dapat memberikan bantuan.

“Ke depan kami siap mendampingi korban-korban kebakaran dan masyarakat agar mereka bisa mendapatkan bantuan sosial maupun bantuan lainnya,” ujarnya.

Memasuki usia dua tahun, FKPWK menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya menjalankan kegiatan internal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperhatikan persoalan sosial, hukum, budaya, lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan.

Momentum milad ke-2 pun diharapkan menjadi titik penguatan organisasi agar semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Banua.



Ebi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update