Banjarmasin, Peoplenews. Id – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan mulai menerapkan mekanisme seleksi ketat dalam penjaringan calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC). Proses ini ditegaskan langsung oleh Ketua DPW PKB Kalsel, Cuncun, dalam kegiatan musyawarah cabang yang digelar di Hotel Aria Barito. Selsa (8/4)
Cuncun menekankan bahwa dinamika perebutan kursi kepemimpinan di internal partai tidak lagi semata-mata ditentukan oleh faktor politis atau kedekatan, melainkan harus berbasis pada kapasitas dan kapabilitas individu. Untuk itu, DPW PKB akan melakukan uji kelayakan berlapis terhadap para kandidat.
“Setiap DPC akan mengusulkan beberapa nama, bisa tiga hingga lima orang. Selanjutnya akan dilakukan uji kelayakan tahap pertama melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas psikologi guna mengukur kompetensi dan karakter kepemimpinan,” ujarnya.
Tahapan seleksi tidak berhenti di daerah. Setelah lolos tahap awal, para kandidat akan mengikuti uji kelayakan lanjutan di tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP) di Jakarta. Dari proses tersebut, akan ditentukan siapa yang layak menjabat sebagai ketua, sekretaris, hingga bendahara di masing-masing DPC.
Menurut Cuncun, sistem ini dirancang untuk memastikan tidak ada lagi dominasi individu dalam penyusunan kepengurusan. Struktur partai akan tetap terkoneksi kuat antara DPC, DPW, hingga DPP, dengan pengambilan keputusan yang terintegrasi.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan di PKB bersifat dinamis dan evaluatif. Dalam satu periode, perubahan kepengurusan dapat dilakukan apabila target dan komitmen politik tidak tercapai.
“Yang terpenting adalah soliditas. Tidak boleh ada lagi friksi internal. Semua harus kompak untuk mencapai target besar partai. Karena ada kontrak politik dan komitmen yang harus dijalankan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Banjarmasin, Hilyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan musyawarah cabang tahun 2026 dilakukan dengan penggabungan beberapa kabupaten/kota untuk efisiensi waktu dan efektivitas agenda DPW.
“Musyawarah cabang kali ini memang kita gabungkan karena padatnya agenda DPW di seluruh Kalimantan Selatan. Namun Alhamdulillah tetap berjalan lancar dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW serta perwakilan DPP,” jelasnya.
Ia merinci bahwa mekanisme penjaringan dilakukan melalui pembentukan “tim lima” yang terdiri dari unsur DPW. Tim ini bertugas memetakan kandidat di daerah, kemudian mengusulkan nama-nama tersebut ke tingkat pusat.
“Dari hasil pemetaan, ada lima nama yang diusulkan. Mereka akan mengikuti psikotes dan uji kelayakan serta kepatutan. Setelah itu, hasilnya dibawa ke DPP untuk penentuan akhir, termasuk komitmen kandidat dalam membesarkan partai,” ungkap Hilyah.
Pelaksanaan musyawarah cabang dibagi dalam beberapa zona. Hari pertama mencakup tujuh daerah, termasuk Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, dan Barito Kuala. Sementara daerah lainnya dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya.
Dari sisi legislatif, anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PKB, Dedy Hidayat Sophian, turut memberikan pandangan terkait proses tersebut. Ia menilai langkah seleksi berlapis ini sebagai upaya strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan partai di daerah.
“Proses ini sangat baik karena memastikan bahwa calon pemimpin PKB benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap perjuangan partai. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap PKB,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang kuat di tingkat DPC akan berdampak langsung pada kinerja partai, baik dalam pelayanan masyarakat maupun dalam kontestasi politik ke depan.
Dengan mekanisme seleksi yang semakin sistematis dan terukur, PKB Kalimantan Selatan optimistis dapat mencetak pemimpin-pemimpin daerah yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga solid dalam menjaga arah perjuangan partai.
Ebi




